Info Sekolah
Senin, 08 Des 2025
  • Selamat Datang Di SMK Negeri Kare
  • Selamat Datang Di SMK Negeri Kare
2 Mei 2024

Inotec Inovasi Bidang Ekonomi BIOBRIKET LOGBOBA SMKN Kare

Kamis, 2 Mei 2024 Kategori : Uncategorized

Indonesia memiliki potensi sumber energi fosil dan non-fosil yang melimpah, namun belum banyak yang dikelola dengan sebaik mungkin. Ketergantungan yang terus menerus pada energi fosil memberikan dampak negatif terhadap lingkungan berupa pencemaran, perubahn iklim dan pemanasan global, sehingga diperlukan inovasi seperti implementasi EBT (Energi Baru Terbarukan) guna menunjang pasokan energi serta menyukseskan SDGs (Sustainable Development Goals) untuk menuju Indonesia Emas Tahun 2045, seperti Pembangunan ekonomi berkelanjutan, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kualitas hidup Masyarakat.

Bermacam upaya dilakukan untuk menekan ketergantungan terhadap penggunaan bahan bakar minyak secara berlebihan, salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan pembaharuan pada penggunaan energi seperti pencarian bahan bakar alternatif yang dapat diperbarui dan ramah lingkungan, dan juga peningkatan konsumsi energi yang bersifat terbarukan (Faujiah, 2016:13).

Salah satu energi alternatif tersebut adalah produksi biobriket dari limbah biomassa. Biobriket adalah sumber energi yang berasal dari sumber daya alam yang terbarukan sehingga berpotensi untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif (Smith dan Idrus, 2017:21). Biobriket dari biomassa dapat diperoleh dari ampas tebu, jerami padi, sekam padi, bongkol jagung, serbuk gergaji, limbah kantong dan pertanian yang mengandung selulosa seperti limbah baglog jamur tiram, bonggol jagung dan batok kelapa . Tingginya jumlah limbah baglog jamur tiram, bonggol jagung dan batok kelapa disebabkan oleh meningkatnya industri budidaya jamur tiram di Indonesia, pertanian jagung dan konsusmi kelapa. Hal ini dikarenakan konsumsi masyarakat akan jamur tiram, jagung, dan kelapa yang terus meningkat. Jamur tiram ini juga dapat tumbuh dengan baik di berbagai kondisi daerah. Salah satu kendala yang menyebabkan ekspansi usaha jamur tiram adalah limbah jamur tiram tidak diolah dan dimanfaatkan secara optimal. Masa pertumbuhan yang cukup singkat, menyebabkan jumlah limbah baglog jamur tiram akan semakin bertambah dikarenakan baglog yang digunakan sebagai media tanam hanya digunakan sekali pakai, dan setelah itu dibuang. Begitu juga dengan bonggol jagung dan batok kelapa.

Diperlukan adanya sinergi antara kelengkapan teknologi dan kelembagaan untuk mendukung pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia. Dengan pemenuhan kebutuhan teknologi dan kebijakan pemerintah untuk mendukung penggunaan energi baru terbarukan ini dapat menyukseskan SDGs guna menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, salah satu usaha untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak dan juga sebagai usaha untuk mengolah limbah baglog jamur, bonggol jagung dan batok kelapa adalah dengan mengolah limbah baglog jamur, bonggol jagung dan batok kelapa menjadi biobriket sebagaimana karya ilmiah kami dengan judul “BIOBRIKET LOGBOBA (Limbah Baglog Jamur Tiram, Bonggol Jagung, Dan Batok Kelapa) Sebagai Sumber Energi Alternatif Ramah Lingkungan”

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar